Tentang iklan-iklan ini
Peribahasa

100 Kumpulan Peribahasa Indonesia (2)


Kumpulan Peribahasa Indonesia 2

Pengetahuan | Peribahasa

Belajar Memahami Peribahasa Indonesia | Peribahasa Indonesia

Bagi Rekan-rekan Komunitas Nias Selatan yang ingin melihat atau menyumbangkan Pepatah Nias Silahkan bergabung di Halaman Kumpulan Pepatah Nias.

Mengenal Peribahasa tentu akan menambah wawasan anda dalam bertutur kata. Peribahasa yang di sajikan dibawah ini merupakan pengaruh dari adat-istiadat, budaya dan bahasa di negara Indonesia pada perbendaharaan kalimat. Kalimat yang sering digunakan oleh masyarakat di Indonesia, seperti berikut ini (bagian ke 2):

36. Bagai Kerakap diatas batu, hidup segan mati tak mau

Mengandung arti: Sangat sengsara; hidup melarat.

37. Bagai kucing tidur dibantal.

Mengandung arti: Sangat sejahtera; tidak takut akan kekurangan (rezeki, makanan, dll).

38. Bagai kuku dengan daging.

Mengandung arti: Selalu bersama-sama, dua orang yang tidak dapat terpisahkan (kekasih, sahabat karib, suami-istri).

39. Bagai makan buah simalakama.

Mengandung arti: Keadaan yang serba salah. Biasanya digunakan untuk orang yang sedang menghadapi dua pilihan dan kedua-duanya akan menyebabkan orang tersebut mengalami hal yang buruk.

40. Bagai membandarkan air ke bukit.

Mengandung arti: Mengerjakan sesuatu yang sulit dikerjakan untuk sia-sia.

41. Bagai mendapat durian runtuh.

Mengandung arti: Mendapatkan sesuatu tanpa disangka-sangka; memperoleh rezeki yang tak disangka.

42. Bagai musang berbulu ayam.

Mengandung arti: Berpura-pura menolong namun niat sebenarnya menjerumuskan.

43. Cacat-cacat cempedak, cacat-cacat nak hendak.

Mengandung arti: Pura-pura saja mencela padahal dalam hati sudah mau sekali.

44. Cadik terkedik, bingung terjual.

Mengandung arti: Orang yang cerdik saja dapat meleset pendapatnya, apalagi orang yang bodoh – mudahlah ditipu orang lain.

45. Calak-calak ganti asah, menunggu tukang belum datang.

Mengandung arti: Sesuatu yang dipakai untuk sementara saja karena sedang menunggu yang lebih baik diperoleh atau tiba.

46. Cerdik perempuan melebuhkan, saudagar muda mengutangkan.

Mengandung arti: Orang bodoh tidak perlu dipertimbangkan perkataannya.

47. Cerdik tak membuang kawan, gemuk tak membuang lemak.

Mengandung arti: Tidak hanya mengingat kepentingan diri sendiri.

48. Coba-coba bertanam mumbang, siapa tahu jadi kelapa.

Mengandung arti: Tetap berusaha walaupun peluang keberhasilan tidaklah besar.

49. Dahulu timah sekarang besi.

Mengandung arti: Seseorang yang harkat martabat dan kedudukannya turun.

50. Dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa tahu.

Mengandung arti: Isi hati seseorang tidak dapat ditebak.

51. Dari telaga yang jernih, tak akan mengalir air yang keruh.

Mengandung arti: Orang baik-baik biasanya akan mempunyai keturunan anak yang baik pula.

52. Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah.

Mengandung arti: Daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati saja.

53. Daripada hidup berputih mata, lebih baik mati berputih tulang.

Mengandung arti: Daripada hidup menanggung malu, lebih baik mati saja.

54. Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu dinegeri sendiri.

Mengandung arti: Bagaimanapun senangnya hidup di negeri orang, masih lebih senang hidup di negeri sendiri.

55. Datang tampak muka, pulang tampak punggung.

Mengandung arti: Harus mengikuti tata krama.

56. Daunnya jatuh melayang, buahnya jatuh ke pangkal.

Mengandung arti: Kalau bukan rezeki maka akan habis begitu saja, tetapi kalau memang rezeki makan akan tinggal terpelihara.

57. Dekat mencari induk, jauh mencari suku.

Mengandung arti: Ketika tempat merantau masih dekat maka yang menjadi saudara adalah orang yang seinduk dengan kita, namun apabila tempat merantau sudah jauh maka orang sesukupun sudah cukup jadi saudara.

58. Diam-diam penggali berkarat, diam-diam ubi berisi.

Mengandung arti: Diamnya orang bodoh tidak ada gunanya, diamnya orang yang pandai karena berfikir.

59. Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkatakan.

Mengandung arti: Perkataan/ nasihat yang baik itu seringlah diulang-ulang supaya terpahami dengan baik.

60. Enggang lalu, atal jatuh, anak raja mati ditimpanya.

Mengandung arti: Orang yang dituduh melakukan suatu kejahatan karena kebetulan berada di tempat kejadian perkara.

61. Esa hilang, dua terbilang.

Mengandung arti: Terus berjuang/ berusaha dengan gigih sampai tercapai tujuan/ cita-cita.

62. Fajar menyingsing, elang menyongsong.

Mengandung arti: Sambutlah hari dengan semangat berusaha/ bekerja yang gigih/ kuat.

63. Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak.

Mengandung arti: Kebenaran seseorang yang jelas ada tidak di bicarakan namun kesalahan yang sangat kecil di besar-besarkan.

64. Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang.

Mengandung arti: Orang meninggal selalu meninggalkan hal-hal yang baik maupun buruk yang selalu diingat orang.

65. Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.

Mengandung arti: Orang-orang besar berkelahi, orang-orang kecil yang menjadi korbannya.

66. Gali lubang, tutup lubang.

Mengandung arti: Mengambil atau mencari hutang baru untuk membayar hutang yang lama.

67. Gayung bersambut, kata berjawab.

Mengandung arti: Tak ada pertanyaan/ persoalan yang tak dapat dijawab oleh orang arif.

68. Guru kencing berdiri, murid kecing berlari.

Mengandung arti: Murid biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan contoh yang buruk.

69. Habis adat dengan kerelaan, hilang adat tegal mufakat.

Mengandung arti: Adat lama boleh saja tidak dituruti apabila ada kata sepakat (tegal mufakat).

70. Habis manis sepah dibuang.

Mengandung arti: Sesuatu disimpan pada saat diperlukan saja, dan dibuang jika tidak diperlukan lagi.

71. Hafal kaji karena diulang, pasar jalan karena ditempuh.

Mengandung arti: Semua pekerjaan akan menjadi lancar/ mahir jika selalu dilakukan berulang kali.

72. Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua.

Mengandung arti: Meski jasad manusia sudah tidak berbentuk lagi, jika manusia ini pernah melakukan budi baik maka orang lain pasti masih mengingat budi baiknya itu.

73. Harap pada yang ada, cepas pada yang tidak ada.

Mengandung arti: Orang yang tidak memiliki kesabaran.

74. Harapkan guntur di langit, air di tempayan dicurahkan.

Mengandung arti: Terlalu mengharapkan keuntungan yang belum pasti, yang sudah ada ditangan disia-siakan, akhirnya yang manapun tidak dapat.

75. Hari pagi dikejar-kejar, hari petang dibuang-buang.

Mengandung arti: Selagi waktu masih banyak tidak dimanfaatkan, ketika waktu sudah tinggal sedikit barulah kalang-kabut.

Kembali ke bagian (1)           atau          Selanjutnya keb bagian (3)

Tentang iklan-iklan ini

About Andy Batee

Aku Lahir di Pangkalan Brandan pada tanggal 27 Januari 1980 oleh Seorang Ayah Pensiunan TNI-AD dan Ibu yang giat beraktifitas sosial. Melalui Blog ini aku hanya ingin belajar dan belajar terutama di dunia penulisan. Terkadang sulit untuk menorehkan segala yang ada dibenak ini kedalam sebuah tulisan. Namun saya berharap semoga para pengunjung blog ini dapat terpuaskan atas sajian yang ada.

Diskusi

13 thoughts on “100 Kumpulan Peribahasa Indonesia (2)

  1. BIAR PINTER HIHHI :)

    Posted by fauziyah nur falihah | 06/05/2013, 11:04
  2. pribahasa yang lain ada gak?

    Posted by fauziyah nur falihah | 06/05/2013, 11:02
  3. aku jadi tau banyak :)

    Posted by Alicia Abigael | 07/04/2013, 17:40
  4. thanks ya .. :D

    Posted by Alicia Abigael | 07/04/2013, 17:37
  5. wah, mau rasanya, bahkan ada beberapa yang baru tau..
    terima kasih mas….

    Posted by cumakatakata | 16/10/2012, 23:42

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: 100 Kumpulan Pantun Peribahasa (2) | Nias Selatan ku - 17/12/2013

  2. Ping-balik: 100 Kumpulan Pantun Peribahasa | Nias Selatan ku - 17/12/2013

  3. Ping-balik: Rumpun Bahasa Dunia | Nias Selatan ku - 16/12/2013

  4. Ping-balik: Aturan Facebook untuk Penggunanya « Nias Selatan ku - 17/10/2012

  5. Ping-balik: 100 Kumpulan Peribahasa Indonesia (3) « Nias Selatan ku - 28/09/2012

  6. Ping-balik: 100 Kumpulan Peribahasa Indonesia « Nias Selatan ku - 28/09/2012

Berikan saran dan komentar anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tentang iklan-iklan ini

Arsip

Follow Nias Selatan ku on WordPress.com

Translate to

English Chinese Spain Germany Arabian Korean France Japanese Italian Russian Portugies

Donasi

Kirimkan donasi anda untuk meningkatkan blog ini ke BNI no. rek: 5264-2203-2024-7566 an. Andy Flamino Bate'e
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.256 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: